GUNCANGKAN KOTORANNYA
August 29, 2008

Beberapa hari menjelang puasa ini, sepertinya Allah memang sengaja memberiku sedikit brain storming. Terutama menyangkut masalah 'itu' yang membuatku menghabiskan separuh lebih dari umurku dengan memendam amarah. Kemarin aku memikirkan tentang kemungkinan diriku menikah, suatu saat nanti. Aku jadi teringat pengalaman orang-orang di sekitarku atau yang pernah aku dengar atau baca. Ya Allah....
Malam harinya, seperti biasa, aku baca Al-Qur'an. Sambungan dari hari sebelumnya adalah QS. Al-Baqarah:220-232 tentang 'Hukum-hukum pokok pernikahan dan perceraian'. Pelan-pelan aku baca terjemah, mencoba memahami lagi ayat-ayat yang bukan pertama kalinya aku baca itu. Sambil mengingat-ingat keterangan-keterangan yang pernah diberikan ustadz, juga pengalaman kejadian-kejadian di masa lalu yang membuatku 'sakit'.
Dari sana aku tahu bahwa 'menganiaya' tidak hanya terjadi jika seseorang melukai orang lain secara fisik dengan semena-mena, tapi juga terjadi ketika suami tidak memberikan nafkah kepada istrinya. Astaghfirullah...jauhkan aku dari hal-hal seperti itu Ya Rabbi. Aku juga jadi tahu bahwa seorang istri boleh menggugat cerai suaminya. Di poin yang terakir ini, aku menjadi berpikir, "mengapa banyak istri yang rela 'dianiaya' oleh suaminya?" Apakah karena alasan anak?" (Oh, betapa baiknya istri-istri seperti itu...Semoga kelak Allah mengganjarnya dengan surga. Amiin.) Hematku, bukankah jauh lebih baik jika suami istri berpisah saja (jika memang tidak bisa disatukan lagi)? Karena dengan begitu, mereka tidak saling 'menganiaya', tidak saling menyakiti. Dan diharapkan dengan begitu anak akan lebih terselamatkan jiwanya. Sebab jika suami istri itu tetap dalam ikatan pernikahan (meskipun mereka berseteru), mereka akan tetap memiliki hak dan kewajiban sebagai suami istri yang harus ditunaikan. Ya Allah....ampuni aku....
Aku jadi sedih. Sangat. Semalam aku menangis. Tidak lagi seperti dulu, tetapi tetap ada yang menusuk pedih di hati. Dalam. Dalam hati aku berkata, "Ya Allah...ampuni aku. Jauhkan aku dari hal-hal aniaya...jangan biarkan aku melakukan kesalahan yang sama. Tak kan kubiarkan diriku diperlakukan seperti itu, Ya Allah. Astaghfirullahal'adhim...."
.:buat yang tadi pagi gak bisa buka kaleng sarden...terima kasih... -rose- :.
.:buat yang dulu selalu sabar menasehati dan mengingatkanku untuk segera 'mengguncangkan kotoran'...terima kasih:.
.:buat para wanita...jangan sungkan untuk menggunakan logikamu -peace-:.
inspirasi judul didapat dari sini
gambar dari sini
-Merdeka!-
Labels: diam
posted by vina @ 10:10 AM,

